Cara Perusahaan Sukanto Tanoto Mengurangi Emisi


PT Riau Andalan Pulp and Paper

PT Riau Andalan Pulp and Paper adalah anak perusahaan dari Royal Golden Eagle milik Sukanto Tanoto. RGE sendiri  merupakan sebuah perusahaan atau industri besar yang memproduksi Pulp (bubur kertas) dan kertas asli Indonesia. PT RAPP menempuh jalan untuk mengganti bahan bakar fosil sebagai solusi untuk mengurangi emisi karbon yang mereka hasilkan dan menggantinya dengan bahan bakar methanol. Bahan bakar methanol ini berasal dari limbah produksi pulp yang masih berbahan baku tanaman bernama black liquor, yang mana tergolong dalam biofuel yang diyakini mampu mengurangi jejak karbon dan dampak negatif pada lingkunga. Jenis bahan bakar ini lebih ramah lingkungan dengan tidak melepaskan gas karbondioksida apabila digunakan sebagai bahan bakar. PT RAPP telah menggunakan bahan bakar methanol sebanyak 87% dari total bahan bakar untuk kegiatan produksi, sementara 13% sisanya masih menggunakan bahan bakar dari fosil.Unit bisnis bagian dari RGE selalu berupaya keras menekan emisi. Sebab, emisi tinggi akan mendorong efek rumah kaca. Jika hal tersebut terjadi, pemanasan global yang merusak keseimbangan iklim dan alam akan terjadi. Upaya menekan emisi juga dilakukan oleh Bracell. Anak perusahaan RGE yang memproduksi selulosa spesial ini berhasil meminimalkan emisi yang dihasilkan.

Pada tahun 2009, Bracell (unit bisnis bagian dari RGE) mengontrak Geoklock dan melakukan survei terhadap emisi yang dihasilkan oleh perkebunan dan pabrik di Brasil dengan tujuan untuk mengetahui tingkat efek rumah kaca yang ditimbulkan. Geoklock merupakan sebuah lembaga independen yang melakukan pengukuran dan evaluasi terhadap lingkungan dan keberlanjutan. Berbasis di Brasil, mereka dikenal sebagai institusi yang dihormati oleh berbagai pihak. Geoklock kemudian melakukan survei dengan basis metode World Resource Institute’s Greenhouse Gas Protocol, sebuah standar global dalam pengukuran dan pelaporan efek rumah kaca perusahaan. Dari riset tersebut terkuak fakta bahwa Bracell sudah berhasil membantu menjaga keseimbangan iklim. Patut diketahui, Bracell mengelola perkebunan seluas 150 ribu hektare sebagai bahan baku selulosa spesial yang diproduksinya secara berkelanjutan. Hal itu membuat mereka mampu meraih ISO 14001 terkait manajemen lingkungan.

Bracell memiliki kapasitas produknya mencapai 485 ribu metrik ton per tahun. Hasil produksinya itu akhirnya bisa dimanfaatkan menjadi bahan dasar atau elemen utama dalam pembuatan frame kacamata, es krim, sosis, deterjen, produk farmasi, ban, hingga kosmetik. Anak perusahaan RGE ini berhasil memanfaatkan bahan kimia yang digunakan secara efektif. Sekitar 95 persen bahan kimia yang mereka pakai bisa didaur ulang untuk digunakan kembali. Bukan hanya itu, Bracell konsisten dalam menekan penggunaan energi fosil. Melihat sejumlah langkah serius dan pencapaian yang diraih, tidak mengherankan Bracell sanggup menekan emisi yang mereka hasilkan. Jumlah karbon yang mereka lepas tidak sebanding dengan yang mampu mereka simpan. Hal ini sangat krusial dalam upaya menjaga keseimbangan iklim. Dengan menekan jumlah emisi, efek rumah kaca yang memicu pemanasan global bisa dikurangi atau malah nantinya dihilangkan. Dan itulah anggota grup yang pernah bernama Raja Garuda Mas ini mampu menekan emisi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Perusahaan Sukanto Tanoto Mengurangi Emisi"

Posting Komentar